Kalam Kehidupan: Menanam Mimpi


Menanam Mimpi
Oleh Suhenda

Di ruang kecil berlantai sederhana,
anak-anak duduk menundukkan kepala.
Bukan karena lelah,
melainkan sedang menanam mimpi
di atas lembar-lembar kertas putih.

Meja-meja kayu itu mungkin tak mewah,
dindingnya pun tak bersuara megah,
namun di tempat inilah harapan tumbuh
lebih tinggi dari rak-rak buku di sudut ruangan.

Ada tangan mungil yang belajar menulis,
ada mata bening yang belajar percaya,
bahwa masa depan
tidak selalu lahir dari kemewahan,
kadang ia tumbuh
dari ruangan sempit penuh ketulusan.

Seorang relawan membimbing dengan sabar,
anak-anak menari bersama huruf dan angka,
sementara senyum kecil di tengah ruangan
menjadi cahaya
yang bahkan tak kalah dari matahari pagi.


Dan hari itu,
di antara buku, pensil, dan lantai keramik sederhana,
lahirlah cita-cita yang diam-diam sedang tumbuh:
menjadi anak-anak yang kelak
mengubah dunia dengan ilmu dan akhlaknya.

Pasar Keong, 22 Mei 2026


Posting Komentar

0 Komentar